Menu

Dark Mode
Ketika Dekan Mundur dan Statuta Terdiam, Kepemimpinan Diuji Ke Mana Hilangnya Dekan Fakultas Teknik UM Metro? Polemik Anggaran RSUD Ahmad Yani, Pemerhati Kebijakan Tolak Label “Fitnah” dan Desak Audit DPRD Punya Kewenangan, Eksekutif Punya Kewajiban Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Kepercayaan Musrenbang Metro 2027 Digelar, Ria Hartini Ingatkan Ancaman Infrastruktur dan Alih Fungsi Lahan Andai Kota Metro Bahagia

Daerah

Aktivis Desak Polda Lampung Percepat Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Metro

badge-check


					Aktivis Desak Polda Lampung Percepat Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Metro Perbesar

JALANUTAMA.COM, METRO – Aktivis Kota Metro, M. Ridho Syah Putra, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Lampung, khususnya Subdit IV Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum, untuk segera mempercepat penanganan kasus dugaan kekerasan seksual yang dilaporkan pada 9 Mei 2025.

Laporan awal dengan nomor LP/B/185/V/SPKT/POLRES METRO/POLDA LAMPUNG, tercatat di Polres Metro pada pukul 23.08 WIB, kini ditangani oleh Polda Lampung.

Perpindahan penanganan ini terjadi setelah pihak terlapor mengajukan prapid (peninjauan kembali) atas status tersangka, yang kemudian dikabulkan oleh pengadilan pada 12 Juni 2025, sehingga status tersangka dibatalkan.

“Pada 12 Juni kemarin, status tersangka secara de facto dibatalkan oleh pengadilan melalui mekanisme praperadilan. Itu sebabnya kasus ini ‘naik kelas’ dan ditangani langsung oleh Polda Lampung,” ujar Ridho pada Selasa (24/6/2025).

Ridho mengungkapkan, dampak dari dibatalkannya status tersangka adalah perlunya langkah penegakan hukum yang lebih serius dan formal dari Polda.

“Kami meminta agar Polda Lampung bersikap profesional, objektif, dan segera memproses kasus ini sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.

Menurut Ridho, lambatnya proses bukan sekadar administratif, melainkan berpotensi menambah beban psikologis bagi korban.

“Ini bukan sekadar perkara pidana biasa. Ini menyangkut keselamatan dan martabat perempuan sebagai korban. Semakin lama ditunda, semakin hilang rasa keadilan,” tambahnya.

Sebagai aktivis yang terus mengawal kasus ini, Ridho menekankan pentingnya transparansi dari aparat kepolisian.

Ia berharap Polda Lampung dapat menunjukkan komitmennya dalam penegakan hukum, terutama pada kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. (Red)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polemik Anggaran RSUD Ahmad Yani, Pemerhati Kebijakan Tolak Label “Fitnah” dan Desak Audit

3 April 2026 - 21:24 WIB

DPRD Punya Kewenangan, Eksekutif Punya Kewajiban Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Kepercayaan

18 March 2026 - 14:42 WIB

Musrenbang Metro 2027 Digelar, Ria Hartini Ingatkan Ancaman Infrastruktur dan Alih Fungsi Lahan

12 March 2026 - 16:13 WIB

Wasekbid PAO HMI Cabang Metro Dorong Pemerintah Daereah kota Subulussalam Klarifikasi Isu BBM di Tengah Antrean Panjang SPBU

6 March 2026 - 15:55 WIB

Polemik THR dan TPP ASN di Metro, DPRD Minta Pemkot Tak Berlindung di Balik Efisiensi Anggaran

2 March 2026 - 20:18 WIB

Trending on Daerah