Menu

Dark Mode
Kematian Sakdiyah di Jabung, Polisi: Terjadi Usai Cucunya Dibawa Ketika Sampah Kota Metro Menjadi Sandera Strategi Jemput APBN Berbuah Hasil, Metro Kantongi 400 Unit Program Bedah Rumah Pemkot Metro Mulai Terapkan Controlled Landfill 1 Agustus Warga Bangun Jalan Swadaya, Kadis PUPR Dinilai Inkompetensi HMI Desak Evaluasi RSUD Ahmad Yani Metro, Klaim Kamar Penuh Berbeda dengan Kondisi di Lapangan

Daerah

Aksi Kamisan Perdana di Metro: Negara Tak Boleh Terus Mengabaikan

badge-check


					Aksi Kamisan Perdana di Metro: Negara Tak Boleh Terus Mengabaikan Perbesar

JALANUTAMA.COM, METRO – Aksi Kamisan perdana digelar di Kota Metro, Lampung, pada Kamis, 4 September 2025.

Puluhan peserta berdiri di ruang publik dengan payung hitam, poster, dan bunga, sebagai simbol duka yang belum kunjung disembuhkan negara.

Aksi ini ditujukan untuk mengingatkan publik bahwa September adalah bulan luka bagi bangsa Indonesia.

Luka yang, menurut para peserta, diwariskan dari generasi ke generasi karena negara gagal mengungkap kebenaran, menegakkan keadilan, dan mengadili pelaku pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat.

Koordinator Aksi Kamisan Metro, Decky Afani Hidayat, menyebut sejarah kelam terus berulang.

“Dalam kurun 25 Agustus hingga 4 September 2025, sepuluh jiwa melayang dalam aksi massa di berbagai kota. Sepuluh korban itu seharusnya dilindungi hak hidupnya, bukan sekadar menjadi angka statistik dalam laporan media,” kata Decky.

Ia menekankan bahwa setiap korban memiliki kisah hidup yang terputus akibat kekerasan.

“Di balik angka itu ada keluarga yang berduka, ada mimpi yang terhenti, dan ada masa depan yang dirampas,” ujarnya.

Menurut Decky, Aksi Kamisan di Metro menjadi seruan agar duka tetap disuarakan di jalanan.

“Kami menyulam ingatan agar korban tidak dilenyapkan dari sejarah. Kami merajut perjuangan agar generasi selanjutnya tidak hanya mewarisi trauma, tetapi juga harapan untuk penyelesaian,” katanya.

Decky menegaskan bahwa negara tidak boleh terus-menerus mengabaikan penderitaan korban.

“Kami hadir di jalan untuk memastikan korban tidak dilenyapkan dari sejarah,” tuturnya.

Aksi Kamisan Metro berlangsung damai. Suasana hening, simbolis, dan penuh refleksi menjadi penanda bahwa luka September masih menjadi beban bangsa. (Red)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kematian Sakdiyah di Jabung, Polisi: Terjadi Usai Cucunya Dibawa

20 August 2026 - 10:58 WIB

Ketika Sampah Kota Metro Menjadi Sandera

18 August 2026 - 17:44 WIB

Strategi Jemput APBN Berbuah Hasil, Metro Kantongi 400 Unit Program Bedah Rumah

29 July 2026 - 17:37 WIB

Pemkot Metro Mulai Terapkan Controlled Landfill 1 Agustus

27 July 2026 - 22:09 WIB

Warga Bangun Jalan Swadaya, Kadis PUPR Dinilai Inkompetensi

22 July 2026 - 14:07 WIB

Trending on Daerah