Menu

Dark Mode
Ketika Dekan Mundur dan Statuta Terdiam, Kepemimpinan Diuji Ke Mana Hilangnya Dekan Fakultas Teknik UM Metro? Polemik Anggaran RSUD Ahmad Yani, Pemerhati Kebijakan Tolak Label “Fitnah” dan Desak Audit DPRD Punya Kewenangan, Eksekutif Punya Kewajiban Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Kepercayaan Musrenbang Metro 2027 Digelar, Ria Hartini Ingatkan Ancaman Infrastruktur dan Alih Fungsi Lahan Andai Kota Metro Bahagia

Daerah

Proyek Jalan AC-WC di Lampung Timur Asal Jadi, Warga Kecewa

badge-check


					Proyek Jalan AC-WC di Lampung Timur Asal Jadi, Warga Kecewa Perbesar

JALANUTAMA.COM, Lampung Timur — Pemeliharaan Berkala di Jalan Nusantara, yaitu Jalan Ruas Bumi Jawa, Tanjung Kesuma R.029, jalan menuju Probolinggo, Lampung Timur. Proyek tersebut diduga asal jadi.

Proyek pekerjaan jalan AC-WC tersebut menggunakan APBD Kabupaten Lampung Timur, senilai Rp 1,9 Miliar, diharapkan pekerjaan tersebut berkualitas dan diserap dengan baik untuk kepentingan masyarakat, namun jauh dari harapan.

Proyek yang dilaksanakan oleh CV. Bunga Mayang Putra terkesan tidak sesuai dengan spesifikasi, alias asalan-asalan.

Saat awak media melakukan wawancara dengan warga setempat yang mengatur lalu lintas di sekitar jalan, menyebutkan proyek AC-WC tersebut belum genap satu bulan.

“Ya, ini proyek baru, sudah rusak, baru tiga hari ditambal lagi sama orangnya. Jalan ini selesai sekitar setengah bulan, sangat jelek kualitasnya,” kata Solihin, Senin (19/01/2026).

Solihin sebagai masyarakat merasa kecewa dengan proyek yang dikerjakan oleh kontraktor yang belum genap satu bulan sudah diperbaiki kembali karena dianggap tidak sesuai spesifikasi, terkesan asal jadi.

Terlihat pada bahan aspal yang digunakan sangat tipis dan bergelombang, juga pecah, hal tersebut mengindikasi adanya proyek asal jadi.

Solihin mengatakan bahwa saat diperbaiki kerusakan oleh kontraktor, langsung ditimpa aspal sehingga kembali rusak lagi.

“Itu ada airnya, tidak dibuang dulu, langsung ditimpa,” kata Solihin.

Warga lain bernama Hanam (45) menyebut proyek tersebut baru setengah bulan sudah rusak, proyek tersebut seakan-akan asal jadi, merusak pondasi drainase atau siring dan tidak diperbaiki kembali.

“Alah, kecewa sama proyek ini, tidak beres ini orangnya. Saya berharap siring ini harus dipondasi, mas. Habis dibongkar tidak diperbaiki, sangat tidak dengan proyek ini,” katanya.

“Saya disabilitas, masak tidak kasihan dengan saya? Masak dibongkar tidak diperbaiki, katanya mau diperbaiki, nyatanya tidak, malah bikin banjir, ini drainase rusak oleh pihak pemborong,” tambah Hanam.

Saat awak media akan mengkonfirmasi ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Timur, Kepala Dinas, Primadiartha Ramadheni, tidak berada di kantor, hanya ada staf dan bendahara yang tidak bisa memberikan keterangan.

“Ya, pimpinan sedang keluar, bang, jadi tidak berani menjawab atau memberikan keterangan,” kata salah satu staf.

Diketahui Pengawas Lapangan, CV.Akas Brother Consultant Dan Pengawas Lapangan,CV.Akas Brother Consultant. (Tim)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polemik Anggaran RSUD Ahmad Yani, Pemerhati Kebijakan Tolak Label “Fitnah” dan Desak Audit

3 April 2026 - 21:24 WIB

DPRD Punya Kewenangan, Eksekutif Punya Kewajiban Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Kepercayaan

18 March 2026 - 14:42 WIB

Musrenbang Metro 2027 Digelar, Ria Hartini Ingatkan Ancaman Infrastruktur dan Alih Fungsi Lahan

12 March 2026 - 16:13 WIB

Wasekbid PAO HMI Cabang Metro Dorong Pemerintah Daereah kota Subulussalam Klarifikasi Isu BBM di Tengah Antrean Panjang SPBU

6 March 2026 - 15:55 WIB

Polemik THR dan TPP ASN di Metro, DPRD Minta Pemkot Tak Berlindung di Balik Efisiensi Anggaran

2 March 2026 - 20:18 WIB

Trending on Daerah