Menu

Dark Mode
Pengesahan SEMA DEMA U Cacat Hukum: Alumni Soroti Kelalaian dan Kecurangan di Atas Aturan yang dibuat Sendiri Infrastruktur Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Metro Selatan Bergerak Sendiri Demokrasi Kampus Dipertanyakan, Aliansi Mahasiswa UIN JUSILA Soroti Masuknya Polisi dalam Forum Pemilihan Transparansi yang Dipertanyakan di Universitas Muhammadiyah Metro: Rangkap Jabatan Dosen dan Perekrutan Pegawai Kampus PKIMB dan Yayasan Amirul Ummah Salurkan 820 Al-Qur’an untuk Santri di Lampung BRI Salurkan Bantuan untuk Warga Kurang Mampu di Lampung Timur Lewat Program TJSL

Uncategorized

Infrastruktur Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Metro Selatan Bergerak Sendiri

badge-check


					Infrastruktur Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Metro Selatan Bergerak Sendiri Perbesar

JALANUTAMA.COM, Metro — Warga RT 020 dan RT 023 Kelurahan Margorejo, Kecamatan Metro Selatan, Kota Metro, akhirnya memperbaiki gorong-gorong amblas di Jalan Sutan Dumas secara swadaya setelah bertahun-tahun menunggu penanganan dari pemerintah daerah.

Kerusakan gorong-gorong yang menjadi akses utama lingkungan tersebut disebut telah berlangsung selama kurang lebih tiga tahun.

Meski usulan perbaikan berulang kali disampaikan masyarakat melalui berbagai forum, hingga kini belum ada perbaikan permanen yang dilakukan pemerintah.

Warga setempat, Arif Wahyudin, mengatakan kondisi gorong-gorong yang terus memburuk tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga membahayakan pengguna jalan.

“Sudah hampir tiga tahun kondisinya amblas seperti ini. Warga sudah sering mengusulkan supaya diperbaiki, tapi sampai sekarang belum ada tindakan,” kata Arif, Minggu, 17 Mei 2026.

“Karena kondisinya makin parah dan membahayakan, akhirnya masyarakat sepakat memperbaiki secara swadaya,” tambah Arif.

Menurut dia, gorong-gorong tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas warga sehari-hari.

Akses itu digunakan kendaraan roda dua dan roda empat, termasuk jalur distribusi hasil usaha masyarakat sekitar.

Saat hujan turun, kawasan di sekitar gorong-gorong juga kerap tergenang dan rawan longsor kecil.

Kondisi itu membuat warga khawatir kerusakan akan semakin parah jika terus dibiarkan tanpa penanganan.

Pantauan di lokasi, puluhan warga bergotong royong membawa material berupa batu, pasir, dan semen untuk memperbaiki bagian gorong-gorong yang amblas.

Sejumlah warga lainnya tampak membersihkan saluran air agar aliran tidak tersumbat.

Aksi gotong royong tersebut menjadi gambaran bagaimana masyarakat memilih menyelesaikan persoalan infrastruktur secara mandiri di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

Belakangan, keluhan terkait jalan rusak, drainase jebol, hingga gorong-gorong amblas disebut semakin banyak muncul di berbagai wilayah Kota Metro.

Di sisi lain, kemampuan fiskal daerah disebut sedang mengalami tekanan sehingga sejumlah pembangunan dan perbaikan infrastruktur belum dapat direalisasikan secara optimal.

Anggota DPRD Kota Metro, A. Cahyadi Lamnunyai, yang turut hadir dalam kegiatan gotong royong itu mengatakan perbaikan dilakukan murni atas inisiatif masyarakat yang tidak ingin terus menunggu tanpa kepastian.

“Ini bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya sendiri. Warga bergerak karena melihat akses ini sangat penting dan kalau terus dibiarkan justru membahayakan,” ujarnya.

Politikus muda dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengaku memahami kekecewaan masyarakat terhadap lambannya penanganan infrastruktur.

Namun, ia juga meminta masyarakat memahami kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami tekanan.

“Kita memahami kondisi APBD Kota Metro sedang mengalami tekanan. Tetapi persoalan infrastruktur juga tidak bisa terus dibiarkan karena menyangkut keselamatan dan aktivitas masyarakat,” katanya.

Ia pun meminta masyarakat, khususnya di wilayah Metro Selatan dan Metro Barat, untuk bersabar menghadapi kondisi kerusakan infrastruktur di lingkungannya masing-masing.

Meski demikian, Cahyadi menilai pemerintah daerah tetap harus segera mencari solusi dan melakukan inovasi agar persoalan dasar masyarakat tidak terus menumpuk tanpa penyelesaian.

“Pemerintah daerah harus mampu menjawab keluhan masyarakat. Infrastruktur yang rusak ini bukan hanya satu dua titik, tetapi sudah banyak dan membutuhkan langkah cepat serta inovasi kebijakan,” tandasnya.

Fenomena warga memperbaiki fasilitas umum secara swadaya kini menjadi ironi tersendiri di tengah semangat pembangunan daerah.

Di satu sisi, gotong royong menunjukkan kuatnya solidaritas masyarakat.

Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga memperlihatkan masih besarnya pekerjaan rumah pemerintah dalam memastikan pelayanan dasar dan infrastruktur lingkungan berjalan baik.

Bagi warga Margorejo, perbaikan gorong-gorong secara mandiri bukan sekadar kerja bakti biasa.

Aksi itu menjadi simbol kegelisahan masyarakat yang merasa terlalu lama menunggu perhatian terhadap kebutuhan dasar di lingkungan mereka sendiri.(red)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Transparansi yang Dipertanyakan di Universitas Muhammadiyah Metro: Rangkap Jabatan Dosen dan Perekrutan Pegawai Kampus

12 May 2026 - 12:22 WIB

BRI Peduli Salurkan Mobil Pengangkut Sampah untuk Yayasan Raudlotul Jannah

12 February 2026 - 22:23 WIB

BRI Peduli Salurkan Mobil Pengangkut Sampah untuk Yayasan Karya Mandiri di Desa Karang Anom

10 February 2026 - 21:07 WIB

Pemkot Metro Salurkan Bantuan Produksi untuk Perkuat Ketahanan Pangan

25 November 2025 - 13:11 WIB

Pemkot Metro Gelar Edukasi Kesehatan Mata dan Donasi Kacamata untuk Pelajar SMP

21 November 2025 - 13:19 WIB

Trending on Daerah