Menu

Dark Mode
Pengesahan SEMA DEMA U Cacat Hukum: Alumni Soroti Kelalaian dan Kecurangan di Atas Aturan yang dibuat Sendiri Infrastruktur Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Metro Selatan Bergerak Sendiri Demokrasi Kampus Dipertanyakan, Aliansi Mahasiswa UIN JUSILA Soroti Masuknya Polisi dalam Forum Pemilihan Transparansi yang Dipertanyakan di Universitas Muhammadiyah Metro: Rangkap Jabatan Dosen dan Perekrutan Pegawai Kampus PKIMB dan Yayasan Amirul Ummah Salurkan 820 Al-Qur’an untuk Santri di Lampung BRI Salurkan Bantuan untuk Warga Kurang Mampu di Lampung Timur Lewat Program TJSL

Daerah

Pekan Kebudayaan Daerah Lampung Timur Berlangsung Meriah Meski Diguyur Hujan

badge-check


					Bupati Lamtim, Ela Siti Nuryamah saat membersamai Pekan Kebudayaan Daerah Lamtim. Perbesar

Bupati Lamtim, Ela Siti Nuryamah saat membersamai Pekan Kebudayaan Daerah Lamtim.

JALANUTAMA.COM, Lampung Timur – Hujan deras yang mengguyur kawasan Punden 6 Taman Purbakala Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Selasa, 14 Oktober 2025, tidak menyurutkan antusiasme ratusan peserta dan penonton Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kabupaten Lampung Timur 2025.

Mereka tetap memadati area situs bersejarah tersebut untuk menyaksikan berbagai rangkaian acara yang disajikan.

PKD yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Timur itu menampilkan beragam lomba bernuansa kearifan lokal.

Salah satu yang menjadi pusat perhatian ialah Lomba Tari Bedana Kreasi yang memperlihatkan kombinasi tradisi dan inovasi oleh para pelajar.

Acara dibuka oleh Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah.

Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Tim Penggerak PKK Huzaimah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Marsan, Camat Sekampung Udik, unsur pendidikan, tokoh adat, serta para pelajar.

Dalam sambutannya, Bupati Ela menekankan pentingnya pelestarian budaya daerah sebagai identitas yang perlu diwariskan lintas generasi.

Ia menilai Pugung Raharjo sebagai lokasi yang tepat untuk menggelar kegiatan kebudayaan karena memadukan keindahan alam, nilai sejarah, dan filosofi budaya.

Ela menuturkan bahwa kegiatan kebudayaan di ruang-ruang bersejarah merupakan bagian dari upaya menanamkan kesadaran pelestarian budaya kepada masyarakat.

Ia menyebut bahwa kegiatan serupa berpotensi digelar di titik budaya lainnya, seperti Taman Nasional Way Kambas, balai adat, maupun pura.

Menurutnya, setiap lokasi budaya memiliki karakter dan nilai yang patut diperkenalkan kepada generasi muda.

Dengan cara itu, masyarakat dapat semakin memahami pentingnya menjaga warisan leluhur.

Dalam suasana yang akrab, Ela juga mengingatkan pentingnya menyeimbangkan kemajuan teknologi digital dengan kecintaan terhadap budaya lokal.

Ia menilai anak-anak perlu tetap mengenal permainan tradisional, bahasa daerah, serta kesenian daerah, termasuk Tari Bedana.

“Kegiatan seperti ini adalah ruang untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya Lampung sejak usia dini,” kata Ela.

Pekan Kebudayaan Daerah 2025 ini menjadi bukti bahwa antusiasme masyarakat terhadap budaya lokal tetap kuat, bahkan saat hujan deras sekalipun tidak mampu meredam semangat mereka.(Adv)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pengesahan SEMA DEMA U Cacat Hukum: Alumni Soroti Kelalaian dan Kecurangan di Atas Aturan yang dibuat Sendiri

18 May 2026 - 18:30 WIB

Demokrasi Kampus Dipertanyakan, Aliansi Mahasiswa UIN JUSILA Soroti Masuknya Polisi dalam Forum Pemilihan

12 May 2026 - 23:32 WIB

PKIMB dan Yayasan Amirul Ummah Salurkan 820 Al-Qur’an untuk Santri di Lampung

12 May 2026 - 11:23 WIB

BRI Salurkan Bantuan untuk Warga Kurang Mampu di Lampung Timur Lewat Program TJSL

6 May 2026 - 23:25 WIB

SMSI Lamtim Perkuat Internal Melalui Rakor

1 May 2026 - 21:47 WIB

Trending on Daerah