Menu

Dark Mode
Kematian Sakdiyah di Jabung, Polisi: Terjadi Usai Cucunya Dibawa Ketika Sampah Kota Metro Menjadi Sandera Strategi Jemput APBN Berbuah Hasil, Metro Kantongi 400 Unit Program Bedah Rumah Pemkot Metro Mulai Terapkan Controlled Landfill 1 Agustus Warga Bangun Jalan Swadaya, Kadis PUPR Dinilai Inkompetensi HMI Desak Evaluasi RSUD Ahmad Yani Metro, Klaim Kamar Penuh Berbeda dengan Kondisi di Lapangan

Daerah

Pekan Kebudayaan Daerah Lampung Timur Berlangsung Meriah Meski Diguyur Hujan

badge-check


					Bupati Lamtim, Ela Siti Nuryamah saat membersamai Pekan Kebudayaan Daerah Lamtim. Perbesar

Bupati Lamtim, Ela Siti Nuryamah saat membersamai Pekan Kebudayaan Daerah Lamtim.

JALANUTAMA.COM, Lampung Timur – Hujan deras yang mengguyur kawasan Punden 6 Taman Purbakala Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Selasa, 14 Oktober 2025, tidak menyurutkan antusiasme ratusan peserta dan penonton Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kabupaten Lampung Timur 2025.

Mereka tetap memadati area situs bersejarah tersebut untuk menyaksikan berbagai rangkaian acara yang disajikan.

PKD yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Timur itu menampilkan beragam lomba bernuansa kearifan lokal.

Salah satu yang menjadi pusat perhatian ialah Lomba Tari Bedana Kreasi yang memperlihatkan kombinasi tradisi dan inovasi oleh para pelajar.

Acara dibuka oleh Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah.

Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Tim Penggerak PKK Huzaimah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Marsan, Camat Sekampung Udik, unsur pendidikan, tokoh adat, serta para pelajar.

Dalam sambutannya, Bupati Ela menekankan pentingnya pelestarian budaya daerah sebagai identitas yang perlu diwariskan lintas generasi.

Ia menilai Pugung Raharjo sebagai lokasi yang tepat untuk menggelar kegiatan kebudayaan karena memadukan keindahan alam, nilai sejarah, dan filosofi budaya.

Ela menuturkan bahwa kegiatan kebudayaan di ruang-ruang bersejarah merupakan bagian dari upaya menanamkan kesadaran pelestarian budaya kepada masyarakat.

Ia menyebut bahwa kegiatan serupa berpotensi digelar di titik budaya lainnya, seperti Taman Nasional Way Kambas, balai adat, maupun pura.

Menurutnya, setiap lokasi budaya memiliki karakter dan nilai yang patut diperkenalkan kepada generasi muda.

Dengan cara itu, masyarakat dapat semakin memahami pentingnya menjaga warisan leluhur.

Dalam suasana yang akrab, Ela juga mengingatkan pentingnya menyeimbangkan kemajuan teknologi digital dengan kecintaan terhadap budaya lokal.

Ia menilai anak-anak perlu tetap mengenal permainan tradisional, bahasa daerah, serta kesenian daerah, termasuk Tari Bedana.

“Kegiatan seperti ini adalah ruang untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya Lampung sejak usia dini,” kata Ela.

Pekan Kebudayaan Daerah 2025 ini menjadi bukti bahwa antusiasme masyarakat terhadap budaya lokal tetap kuat, bahkan saat hujan deras sekalipun tidak mampu meredam semangat mereka.(Adv)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kematian Sakdiyah di Jabung, Polisi: Terjadi Usai Cucunya Dibawa

20 August 2026 - 10:58 WIB

Ketika Sampah Kota Metro Menjadi Sandera

18 August 2026 - 17:44 WIB

Strategi Jemput APBN Berbuah Hasil, Metro Kantongi 400 Unit Program Bedah Rumah

29 July 2026 - 17:37 WIB

Pemkot Metro Mulai Terapkan Controlled Landfill 1 Agustus

27 July 2026 - 22:09 WIB

Warga Bangun Jalan Swadaya, Kadis PUPR Dinilai Inkompetensi

22 July 2026 - 14:07 WIB

Trending on Daerah