Menu

Dark Mode
Kematian Sakdiyah di Jabung, Polisi: Terjadi Usai Cucunya Dibawa Ketika Sampah Kota Metro Menjadi Sandera Strategi Jemput APBN Berbuah Hasil, Metro Kantongi 400 Unit Program Bedah Rumah Pemkot Metro Mulai Terapkan Controlled Landfill 1 Agustus Warga Bangun Jalan Swadaya, Kadis PUPR Dinilai Inkompetensi HMI Desak Evaluasi RSUD Ahmad Yani Metro, Klaim Kamar Penuh Berbeda dengan Kondisi di Lapangan

Daerah

HIPMI Lampung Timur: Festival HUT ke-27 Bukan Pemborosan, Melainkan Penggerak Ekonomi Rakyat

badge-check


					HIPMI Lampung Timur: Festival HUT ke-27 Bukan Pemborosan, Melainkan Penggerak Ekonomi Rakyat Perbesar

JALANUTAMA.COM, Lampung Timur – Rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Lampung Timur yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan April 2026 memunculkan beragam tanggapan di tengah masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Lampung Timur, Fitra Aditya Irsyam, mengajak masyarakat melihat perayaan tersebut sebagai momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Aditya, respons Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terhadap berbagai masukan publik sejauh ini menunjukkan keterbukaan pemerintah dalam menerima aspirasi masyarakat.

“Respons cepat Pemkab soal logo patut kita hargai. Artinya pemerintah sangat terbuka dan mendengar aspirasi masyarakat. Nah, karena urusan simbolik sudah diselesaikan dengan baik, sekarang saatnya kita fokus mendukung hajat hidup orang banyak, yaitu perekonomian masyarakat,” kata Aditya, Minggu, 5 April 2026.

Aditya juga menanggapi sejumlah pandangan yang menilai rangkaian kegiatan HUT berpotensi membebani anggaran daerah. Selain itu, terdapat pula kritik terkait pemusatan Festival Pasar 1001 Malam dan Pameran 2000 UMKM di Kecamatan Bandar Sribhawono.

Namun, sebagai representasi pelaku usaha, ia menilai kebijakan tersebut justru merupakan langkah strategis dalam mendorong pemerataan ekonomi di wilayah Lampung Timur.

“Kita harus melihat ini dari sisi perputaran uang dan keadilan wilayah. Bandar Sribhawono sejak dulu dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan utama di Lampung Timur.

Menggelar acara besar di sana berarti kita sedang menyuntikkan energi ekonomi ke pasar,” ujarnya.

Menurut dia, dampak ekonomi dari penyelenggaraan festival tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha besar, tetapi juga oleh pedagang kecil dan penyedia jasa yang menggantungkan penghasilannya pada meningkatnya aktivitas masyarakat selama kegiatan berlangsung.

“Kita sedang membela para pedagang sosis bakar, penjual es teh, pedagang baju, hingga para penyedia jasa lainnya yang sangat menantikan keramaian festival tersebut untuk mengais rezeki. Ini bukan pemborosan, ini murni pemerataan ekonomi kerakyatan,” katanya.

Aditya menilai karakteristik wilayah Lampung Timur yang luas menjadi alasan penting bagi pemerintah daerah untuk membagi titik pelaksanaan kegiatan perayaan.

Menurut dia, langkah tersebut mencerminkan prinsip keadilan pembangunan yang dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai kecamatan.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Timur tetap menempatkan Sukadana sebagai pusat pemerintahan dan pelaksanaan kegiatan inti peringatan hari jadi daerah.

“Pemkab sudah sangat adil. Sukadana tetap tegak sebagai marwah ibu kota. Di sana difokuskan untuk acara inti seperti Upacara Puncak dan program pelayanan langsung menyentuh masyarakat, seperti pelayanan kesehatan gratis,” ujarnya.

Dengan pembagian tersebut, kata Aditya, Sukadana berfungsi sebagai pusat pelayanan publik dan pemerintahan, sementara Bandar Sribhawono menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat selama perayaan berlangsung.

“Jadi, Sukadana menjadi pusat pelayanan dan pemerintahan, sementara Sribhawono menjadi pusat perputaran ekonomi rakyat. Keduanya berjalan beriringan dan saling melengkapi,” kata dia.

Pada akhir pernyataannya, Aditya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyambut perayaan HUT ke-27 Kabupaten Lampung Timur secara positif dan menjadikannya momentum bersama untuk menggerakkan perekonomian daerah.

“Pesta ini adalah pestanya rakyat. Pedagang kita sangat butuh panggung dan keramaian untuk bangkit kembali. Masyarakat butuh hiburan dan ruang interaksi.

Mari kita dukung penuh kegiatan ini agar perputaran uang benar-benar dirasakan oleh masyarakat bawah di Lampung Timur,” tuturnya. (Adv)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kematian Sakdiyah di Jabung, Polisi: Terjadi Usai Cucunya Dibawa

20 August 2026 - 10:58 WIB

Ketika Sampah Kota Metro Menjadi Sandera

18 August 2026 - 17:44 WIB

Strategi Jemput APBN Berbuah Hasil, Metro Kantongi 400 Unit Program Bedah Rumah

29 July 2026 - 17:37 WIB

Pemkot Metro Mulai Terapkan Controlled Landfill 1 Agustus

27 July 2026 - 22:09 WIB

Warga Bangun Jalan Swadaya, Kadis PUPR Dinilai Inkompetensi

22 July 2026 - 14:07 WIB

Trending on Daerah