Menu

Dark Mode
Kematian Sakdiyah di Jabung, Polisi: Terjadi Usai Cucunya Dibawa Ketika Sampah Kota Metro Menjadi Sandera Strategi Jemput APBN Berbuah Hasil, Metro Kantongi 400 Unit Program Bedah Rumah Pemkot Metro Mulai Terapkan Controlled Landfill 1 Agustus Warga Bangun Jalan Swadaya, Kadis PUPR Dinilai Inkompetensi HMI Desak Evaluasi RSUD Ahmad Yani Metro, Klaim Kamar Penuh Berbeda dengan Kondisi di Lapangan

Daerah

Demokrasi Kampus Dipertanyakan, Aliansi Mahasiswa UIN JUSILA Soroti Masuknya Polisi dalam Forum Pemilihan

badge-check


					Demokrasi Kampus Dipertanyakan, Aliansi Mahasiswa UIN JUSILA Soroti Masuknya Polisi dalam Forum Pemilihan Perbesar

JALANUTAMA.COM, Metro, Demokrasi kampus di lingkungan UIN JUSILA menuai sorotan setelah Aliansi Mahasiswa kampus tersebut menolak hasil Pemilihan Ketua SEMA-DEMA Universitas periode 2026 yang digelar pada 29-30 April lalu.

Penolakan itu muncul setelah mahasiswa menilai proses pemilihan tidak berjalan sesuai Pedoman Organisasi Mahasiswa dan Tata Tertib Rapat Pemilihan.

Aliansi Mahasiswa UIN JUSILA menilai pelaksanaan pemilihan sarat pelanggaran prosedur.

Selain mempersoalkan mekanisme forum, mereka juga menyoroti masuknya aparat kepolisian ke dalam ruang forum mahasiswa saat proses pemilihan berlangsung.

Kondisi tersebut dinilai mencederai otonomi kampus sekaligus kebebasan mahasiswa dalam berorganisasi.

“Ini bukan hanya soal hasil. Prosesnya cacat, dan masuknya polisi ke forum internal mahasiswa adalah preseden buruk bagi demokrasi kampus,” kata salah satu perwakilan Aliansi Mahasiswa UIN JUSILA saat membacakan pernyataan sikap.

Enam Tuntutan ke Rektorat
Dalam pernyataannya, aliansi menyampaikan enam tuntutan kepada pihak rektorat. Pertama, meminta pembatalan hasil pemilihan Ketua SEMA-DEMA Universitas periode 2026 yang berlangsung pada 29-30 April 2026.

Kedua, mereka mendesak evaluasi terhadap kinerja Wakil Rektor III yang dinilai memiliki peran sebagai pengarah dan pengawas kegiatan.

Ketiga, aliansi meminta pertanggungjawaban panitia pelaksana atas penyelenggaraan pemilihan yang dianggap menyimpang dari aturan organisasi mahasiswa dan tata tertib forum.

Keempat, mereka meminta pemberian sanksi kepada pihak-pihak yang terbukti melanggar Pedoman Organisasi Mahasiswa dan Tata Tertib Rapat Pemilihan.

Kelima, aliansi mengusulkan pembentukan lembaga khusus atau panitia khusus (Pansus) untuk mengawal serta mengawasi seluruh proses pemilihan organisasi mahasiswa di lingkungan kampus.

Adapun tuntutan keenam ialah pelaksanaan pemilihan ulang sesuai aturan yang berlaku.

Menurut aliansi, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga marwah organisasi kemahasiswaan dan memastikan demokrasi kampus berjalan sesuai koridor aturan.

Ancam Gelar Aksi Massa
Aliansi Mahasiswa UIN JUSILA menyatakan akan terus mengawal seluruh tuntutan hingga ada langkah konkret dari pihak rektorat.

Mereka juga membuka kemungkinan menggelar aksi massa apabila tuntutan tidak ditindaklanjuti.

Tak hanya itu, mahasiswa menyatakan siap membawa persoalan tersebut ke tingkat yang lebih luas dengan melaporkannya kepada Kementerian Agama dan Ombudsman.

Langkah tersebut, menurut mereka, akan dilakukan dengan melibatkan seluruh elemen mahasiswa di universitas.(red)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kematian Sakdiyah di Jabung, Polisi: Terjadi Usai Cucunya Dibawa

20 August 2026 - 10:58 WIB

Ketika Sampah Kota Metro Menjadi Sandera

18 August 2026 - 17:44 WIB

Strategi Jemput APBN Berbuah Hasil, Metro Kantongi 400 Unit Program Bedah Rumah

29 July 2026 - 17:37 WIB

Pemkot Metro Mulai Terapkan Controlled Landfill 1 Agustus

27 July 2026 - 22:09 WIB

Warga Bangun Jalan Swadaya, Kadis PUPR Dinilai Inkompetensi

22 July 2026 - 14:07 WIB

Trending on Daerah