JALANUTAMA.COM, Metro, Demokrasi kampus di lingkungan UIN JUSILA menuai sorotan setelah Aliansi Mahasiswa kampus tersebut menolak hasil Pemilihan Ketua SEMA-DEMA Universitas periode 2026 yang digelar pada 29-30 April lalu.
Penolakan itu muncul setelah mahasiswa menilai proses pemilihan tidak berjalan sesuai Pedoman Organisasi Mahasiswa dan Tata Tertib Rapat Pemilihan.
Aliansi Mahasiswa UIN JUSILA menilai pelaksanaan pemilihan sarat pelanggaran prosedur.
Selain mempersoalkan mekanisme forum, mereka juga menyoroti masuknya aparat kepolisian ke dalam ruang forum mahasiswa saat proses pemilihan berlangsung.
Kondisi tersebut dinilai mencederai otonomi kampus sekaligus kebebasan mahasiswa dalam berorganisasi.
“Ini bukan hanya soal hasil. Prosesnya cacat, dan masuknya polisi ke forum internal mahasiswa adalah preseden buruk bagi demokrasi kampus,” kata salah satu perwakilan Aliansi Mahasiswa UIN JUSILA saat membacakan pernyataan sikap.
Enam Tuntutan ke Rektorat
Dalam pernyataannya, aliansi menyampaikan enam tuntutan kepada pihak rektorat. Pertama, meminta pembatalan hasil pemilihan Ketua SEMA-DEMA Universitas periode 2026 yang berlangsung pada 29-30 April 2026.
Kedua, mereka mendesak evaluasi terhadap kinerja Wakil Rektor III yang dinilai memiliki peran sebagai pengarah dan pengawas kegiatan.
Ketiga, aliansi meminta pertanggungjawaban panitia pelaksana atas penyelenggaraan pemilihan yang dianggap menyimpang dari aturan organisasi mahasiswa dan tata tertib forum.
Keempat, mereka meminta pemberian sanksi kepada pihak-pihak yang terbukti melanggar Pedoman Organisasi Mahasiswa dan Tata Tertib Rapat Pemilihan.
Kelima, aliansi mengusulkan pembentukan lembaga khusus atau panitia khusus (Pansus) untuk mengawal serta mengawasi seluruh proses pemilihan organisasi mahasiswa di lingkungan kampus.
Adapun tuntutan keenam ialah pelaksanaan pemilihan ulang sesuai aturan yang berlaku.
Menurut aliansi, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga marwah organisasi kemahasiswaan dan memastikan demokrasi kampus berjalan sesuai koridor aturan.
Ancam Gelar Aksi Massa
Aliansi Mahasiswa UIN JUSILA menyatakan akan terus mengawal seluruh tuntutan hingga ada langkah konkret dari pihak rektorat.
Mereka juga membuka kemungkinan menggelar aksi massa apabila tuntutan tidak ditindaklanjuti.
Tak hanya itu, mahasiswa menyatakan siap membawa persoalan tersebut ke tingkat yang lebih luas dengan melaporkannya kepada Kementerian Agama dan Ombudsman.
Langkah tersebut, menurut mereka, akan dilakukan dengan melibatkan seluruh elemen mahasiswa di universitas.(red)










