Menu ✖

Dark Mode
Penanganan Pohon Tumbang di Way Batanghari Belum Tuntas, PETIR: Jangan Saling Lempar Kewenangan September Hitam dan Aksi Kamisan: Suara HAM Tak Boleh Dibungkam DPRD Metro Sepakati Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Naik Rp29,9 Miliar Dugaan Pengondisian 14 Paket Pengadaan RSUD Lampung Timur Dilaporkan ke Kejati Lampung PDU Rejomulyo Perkuat Pemilahan Sampah Kota Metro DPRD Metro Sepakati KUA-PPAS 2027

Daerah

Kemendagri Minta Pemkot Metro Cepat Antisipasi Gejolak Harga Pangan

badge-check


					Kemendagri Minta Pemkot Metro Cepat Antisipasi Gejolak Harga Pangan Perbesar

JALANUTAMA.COM, METRO — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta pemerintah daerah bergerak cepat mengantisipasi gejolak harga pangan untuk menjaga stabilitas inflasi dan daya beli masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara hybrid, Selasa (19/8/2025).

Pemerintah Kota Metro mengikuti rapat tersebut dari Ruang Rapat Bappeda, diwakili Yulia Candra Sari yang mewakili Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan sekaligus Kepala Bagian Perekonomian.

Dalam pemaparannya, Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, menyebut Indonesia mengalami deflasi bulanan pada Januari, Februari, dan Mei 2025. Sementara inflasi terjadi pada Maret, April, Juni, dan Juli.

BPS mencatat beras menjadi penyumbang terbesar inflasi Januari–Juli 2025 dengan andil 0,15 persen, disusul bawang merah 0,10 persen, tomat 0,08 persen, dan cabai rawit 0,08 persen.

Pergerakan harga hingga minggu kedua Agustus juga menunjukkan fluktuasi.

Di zona 2 yang mencakup Kepulauan Riau, harga beras naik 1,23 persen dibandingkan Juli, sedangkan bawang merah melonjak 14,57 persen.

Sebaliknya, harga cabai rawit turun 1,67 persen dan bawang putih turun 1,19 persen.

Tomsi menegaskan, data BPS harus menjadi dasar pemerintah daerah dalam mengambil langkah antisipasi, bukan sekadar bahan laporan.

“Jangan sampai keterlambatan antisipasi membuat inflasi semakin menekan daya beli masyarakat,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota memperkuat koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), memperbarui data harga secara berkala, serta segera melakukan intervensi ketika terjadi gejolak.

Bagi Pemkot Metro, pemantauan harga di pasar dan koordinasi antarperangkat daerah menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas harga pangan serta melindungi daya beli masyarakat.(ADV)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Penanganan Pohon Tumbang di Way Batanghari Belum Tuntas, PETIR: Jangan Saling Lempar Kewenangan

23 September 2026 - 15:22 WIB

September Hitam dan Aksi Kamisan: Suara HAM Tak Boleh Dibungkam

12 September 2026 - 19:02 WIB

DPRD Metro Sepakati Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Naik Rp29,9 Miliar

11 September 2026 - 16:20 WIB

Dugaan Pengondisian 14 Paket Pengadaan RSUD Lampung Timur Dilaporkan ke Kejati Lampung

31 August 2026 - 13:04 WIB

PDU Rejomulyo Perkuat Pemilahan Sampah Kota Metro

28 August 2026 - 15:08 WIB

Trending on Daerah