Menu

Dark Mode
Ketika Dekan Mundur dan Statuta Terdiam, Kepemimpinan Diuji Ke Mana Hilangnya Dekan Fakultas Teknik UM Metro? Polemik Anggaran RSUD Ahmad Yani, Pemerhati Kebijakan Tolak Label “Fitnah” dan Desak Audit DPRD Punya Kewenangan, Eksekutif Punya Kewajiban Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Kepercayaan Musrenbang Metro 2027 Digelar, Ria Hartini Ingatkan Ancaman Infrastruktur dan Alih Fungsi Lahan Andai Kota Metro Bahagia

Daerah

Metro Gelar Rangkaian HPS 2025, DKP3 Fokuskan Edukasi Gizi dan Keamanan Pangan

badge-check


					Metro Gelar Rangkaian HPS 2025, DKP3 Fokuskan Edukasi Gizi dan Keamanan Pangan Perbesar

JALANUTAMA.COM, Metro – Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) pada 16 Oktober 2025, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Metro menggelar serangkaian kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat.

Kepala DKP3 Kota Metro, Hery Wiratno, menyebut terdapat empat agenda utama yang disiapkan tahun ini, mulai dari edukasi di sekolah hingga puncak perayaan yang dikolaborasikan dengan Jambore PKK.

Hery menjelaskan, kegiatan B2SA Goes to School dilaksanakan di lima sekolah tingkat SD hingga SMA di seluruh kecamatan dengan mengusung tema keamanan pangan bagi konsumen atau penerima makanan bergizi (MBG).

Program ini bertujuan menanamkan pemahaman mengenai gizi seimbang sekaligus mendorong kebiasaan tidak boros pangan sejak usia dini.“Melalui kegiatan ini, kami mensosialisasikan konsep Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), keamanan pangan, serta gerakan Stop Boros Pangan.

Antusiasme sekolah dan siswa sangat luar biasa, mereka aktif berdiskusi dan menunjukkan minat tinggi terhadap pola makan sehat,” ujar Hery.

Selain edukasi di sekolah, DKP3 juga menggelar Pasar Tani Metro Bahagia Spesial HPS pada Jumat, 17 Oktober 2025, di Lapangan Rejomulyo, Metro Selatan.

Menurut Hery, kegiatan yang digelar rutin ini dikemas khusus untuk momentum HPS dengan tujuan mengajak masyarakat mencintai dan mengonsumsi pangan lokal.

Dalam pelaksanaannya, Pasar Tani dikolaborasikan bersama Teras Pangan Lokal dan Tim Penggerak PKK Kota Metro untuk mengenalkan produk pangan lokal bernilai gizi tinggi. Pasar Tani juga menjadi dukungan bagi petani dan pelaku UMKM pangan di Kota Metro.

DKP3 turut mengadakan Gerakan Selamatkan Pangan (GSP) yang diwujudkan melalui pembagian buah potong gratis hasil kerja sama dengan Foodbank of Indonesia (FOI) Metro.

Selain itu, DKP3 mendistribusikan xbanner bertema Stop Boros Pangan kepada 20 pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe (Horeka) sebagai bagian dari edukasi publik mengurangi pemborosan makanan.

Puncak peringatan HPS akan dilaksanakan pada 29 Oktober 2025 di Gedung Sesat Agung Kota Metro. Acara tersebut dirangkai dengan Jambore PKK yang menyertakan sejumlah lomba, seperti senam, cipta menu B2SA berbasis ikan, dan penyuluhan ketahanan pangan oleh kader PKK dari seluruh kecamatan.

Selain lomba, kegiatan juga akan diisi Gerakan Pangan Murah (GPM), Gerakan Ketahanan Pangan Keluarga (Gertapaga), serta sosialisasi KIE Stop Boros Pangan.

Menurut Hery, rangkaian kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keamanan pangan, pentingnya konsumsi pangan bergizi seimbang, dan gerakan penyelamatan pangan.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3, Pipi Puspita, menjelaskan bahwa keamanan pangan merupakan isu pokok dalam pembangunan pangan nasional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012.

Ia memaparkan bahwa pangan B2SA adalah ragam bahan pangan yang jika dikonsumsi secara seimbang dapat memenuhi gizi tanpa terkontaminasi zat berbahaya.

Dalam kunjungan ke sekolah, Pipi memaparkan rantai distribusi pangan yang mencakup proses penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga penyajian yang harus dijaga dari potensi bahaya.

Ia menekankan penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) sebagai langkah penting memastikan keamanan pangan berdasarkan faktor kadar air, kandungan protein hewani, suhu penyimpanan, tingkat keasaman, serta waktu tunggu konsumsi.

“Untuk mencegah keracunan massal, DKP3 Metro terus melakukan audit, monitoring rutin, pelatihan higiene personal, serta pengujian sampel pangan sebelum didistribusikan kepada masyarakat atau penerima MBG,” ujarnya.

Selain keamanan pangan, Pipi menilai gerakan Stop Boros Pangan penting sebagai upaya moral dan sosial dalam mengurangi limbah pangan. Ia menyebut timbulan susut dan sisa pangan nasional mencapai 23 hingga 48 juta ton per tahun, yang menggambarkan besarnya kehilangan zat gizi yang seharusnya dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Kami mendorong hierarki penyelamatan pangan mulai dari pencegahan food loss dan food waste, mendonasikan pangan berlebih, hingga pemanfaatan untuk pakan ternak, kompos, atau industri turunan pangan,” katanya.

Pipi menegaskan bahwa keberhasilan program MBG dan keamanan pangan memerlukan peran aktif pemerintah, produsen, dan konsumen. (ADV)

 

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polemik Anggaran RSUD Ahmad Yani, Pemerhati Kebijakan Tolak Label “Fitnah” dan Desak Audit

3 April 2026 - 21:24 WIB

DPRD Punya Kewenangan, Eksekutif Punya Kewajiban Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Kepercayaan

18 March 2026 - 14:42 WIB

Musrenbang Metro 2027 Digelar, Ria Hartini Ingatkan Ancaman Infrastruktur dan Alih Fungsi Lahan

12 March 2026 - 16:13 WIB

Wasekbid PAO HMI Cabang Metro Dorong Pemerintah Daereah kota Subulussalam Klarifikasi Isu BBM di Tengah Antrean Panjang SPBU

6 March 2026 - 15:55 WIB

Polemik THR dan TPP ASN di Metro, DPRD Minta Pemkot Tak Berlindung di Balik Efisiensi Anggaran

2 March 2026 - 20:18 WIB

Trending on Daerah