Menu

Dark Mode
Ketika Dekan Mundur dan Statuta Terdiam, Kepemimpinan Diuji Ke Mana Hilangnya Dekan Fakultas Teknik UM Metro? Polemik Anggaran RSUD Ahmad Yani, Pemerhati Kebijakan Tolak Label “Fitnah” dan Desak Audit DPRD Punya Kewenangan, Eksekutif Punya Kewajiban Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Kepercayaan Musrenbang Metro 2027 Digelar, Ria Hartini Ingatkan Ancaman Infrastruktur dan Alih Fungsi Lahan Andai Kota Metro Bahagia

Daerah

UM Metro Ubah Limbah Tahu Jadi Aset Ekonomi Warga Sukaraja Nuban

badge-check


					UM Metro Ubah Limbah Tahu Jadi Aset Ekonomi Warga Sukaraja Nuban Perbesar

JALANUTAMA.COM, LAMPUNG TIMUR – Limbah tahu selama ini dikenal sebagai masalah bagi lingkungan. Tapi di tangan sekelompok dosen Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), sisa produksi tahu justru disulap menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat Sukaraja Nuban, Kecamatan Batanghari Nuban, Lampung Timur.

Pada Sabtu, 2 Agustus 2025, Tim Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) dari UM Metro menggelar pelatihan dan pendampingan di Industri Kecil Menengah (IKM) Tahu Maju Jaya, milik Irfan Mubarok.

Program ini merupakan bagian dari skema Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek 2025.

Dipimpin oleh Desi Budiono, M.Pd., dosen Pendidikan Ekonomi UM Metro, tim ini juga melibatkan Ika Arthalia Wulandari, M.Kom., dosen Sistem Informasi, serta Dr. Siti Suprihatin, M.Pd., dosen Pendidikan Ekonomi.

Mereka mengusung satu misi: memberdayakan pelaku usaha tahu agar mampu mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

“Melalui inovasi produk, penerapan teknologi modern, dan digitalisasi pemasaran, kami ingin mengangkat limbah tahu dari barang tak berguna menjadi sumber pendapatan baru,” ujar Desbud–sapaan Desi Budiono.

Menurut dia, banyak pelaku usaha di wilayah Sukaraja Nuban belum memanfaatkan limbah produksi tahu secara maksimal.

Padahal, bahan buangan tersebut dapat diolah menjadi produk pangan atau pakan alternatif yang bernilai jual, sekaligus sejalan dengan program ketahanan pangan nasional.

“Kami ingin masyarakat berdaya, mandiri, dan inovatif. Jangan sampai potensi ini terus-menerus terbuang begitu saja,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari tahap sosialisasi yang telah dilakukan pada 19 Juli 2025. Dalam tahap terbaru ini, tim tak hanya memberi pelatihan teknis, namun juga mendampingi langsung proses produksi dan penciptaan produk olahan dari limbah tahu.

Irfan Mubarok, pemilik IKM yang menjadi mitra kegiatan, mengaku antusias dengan pelatihan ini. Ia menyebut pendekatan yang dilakukan tim PKM membuka wawasan baru bagi para pelaku usaha lokal.

“Kami jadi tahu bahwa limbah tahu bisa diolah, dijual, dan bahkan membantu menambah penghasilan warga,” tuturnya.

Tim berharap program ini menjadi awal dari ekosistem usaha berbasis limbah yang mandiri dan berkelanjutan.

“Kalau pelaku usaha mampu memproduksi secara berkelanjutan dan meningkatkan pendapatan, maka kita sudah ikut mendorong transformasi ekonomi dari bawah,” kata Desbud. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polemik Anggaran RSUD Ahmad Yani, Pemerhati Kebijakan Tolak Label “Fitnah” dan Desak Audit

3 April 2026 - 21:24 WIB

DPRD Punya Kewenangan, Eksekutif Punya Kewajiban Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Kepercayaan

18 March 2026 - 14:42 WIB

Musrenbang Metro 2027 Digelar, Ria Hartini Ingatkan Ancaman Infrastruktur dan Alih Fungsi Lahan

12 March 2026 - 16:13 WIB

Wasekbid PAO HMI Cabang Metro Dorong Pemerintah Daereah kota Subulussalam Klarifikasi Isu BBM di Tengah Antrean Panjang SPBU

6 March 2026 - 15:55 WIB

Polemik THR dan TPP ASN di Metro, DPRD Minta Pemkot Tak Berlindung di Balik Efisiensi Anggaran

2 March 2026 - 20:18 WIB

Trending on Daerah