Menu

Dark Mode
Ketika Dekan Mundur dan Statuta Terdiam, Kepemimpinan Diuji Ke Mana Hilangnya Dekan Fakultas Teknik UM Metro? Polemik Anggaran RSUD Ahmad Yani, Pemerhati Kebijakan Tolak Label “Fitnah” dan Desak Audit DPRD Punya Kewenangan, Eksekutif Punya Kewajiban Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Kepercayaan Musrenbang Metro 2027 Digelar, Ria Hartini Ingatkan Ancaman Infrastruktur dan Alih Fungsi Lahan Andai Kota Metro Bahagia

Daerah

Wali dan Wakil Wali Kota Metro Visit ke Rumah Warga Komitmen Atasi DBD

badge-check


					Wali dan Wakil Wali Kota Metro Visit ke Rumah Warga Komitmen Atasi DBD Perbesar

JALANUTAMA.COM, METRO – Pemerintah Kota Metro di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Bambang Iman Santoso dan Wakil Wali Kota M Rafieq Adi Pradana kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kali ini, keduanya turun langsung ke sejumlah wilayah di Kota Metro guna mengecek kondisi lingkungan dan potensi sarang nyamuk penyebab penyakit yang masih menjadi ancaman kesehatan serius itu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara nasional yang juga dikombinasikan dengan program satu rumah satu Jumantik atau Juru Pemantau Jentik.

Program tersebut mengajak seluruh masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam memantau dan menanggulangi tempat-tempat berkembangbiaknya nyamuk di lingkungan warga.

Wakil Wali Kota Metro, M Rafieq Adi Pradana menegaskan kunci utama dalam menekan kasus DBD adalah pencegahan atau preventif.

Menurutnya, identifikasi titik-titik genangan air di rumah-rumah warga sangat penting, mengingat nyamuk Aedes Aegypti dapat berkembang biak di air bersih sekalipun.

“Jadi dalam menangani kasus DBD ini, yang paling penting adalah pencegahan. Kita harus melihat mana saja titik-titik yang memungkinkan jadi tempat berkembangbiaknya nyamuk,” katanya di rumah rumah warga Kelurahan Banjarsari pada Jumat (16/5/2025).

“Tadi saat meninjau langsung, kami melihat banyak pot bunga dengan air menggenang, saluran air yang tersumbat, dan bak mandi yang tidak dikuras berhari-hari, itu semua bisa menjadi sarang nyamuk,” sambung Rafieq.

Ia juga mengingatkan, nyamuk tidak hanya berkembang biak di air kotor, tetapi juga di air bersih.

Ia menggarisbawahi, masalah DBD bukan sekadar isu musiman, melainkan tantangan tahunan yang harus terus dikawal secara konsisten.

“Target kita tahun depan, angka kasus DBD harus turun lebih rendah dari tahun ini,” tegasnya.

“Kalau bisa, jangan sampai mencapai angka 100 kasus. Ini perlu menjadi perhatian bersama, air-air sisa seperti di botol atau gelas sebaiknya langsung dibuang atau disiram ke tanaman,” tambahnya.

Dalam kunjungannya ke Kecamatan Metro Utara, Rafieq juga menyoroti lemahnya sosialisasi kader Jumantik di beberapa wilayah.

Ia menekankan perlunya pendekatan yang berbasis bukti agar pemerintah dapat memastikan, upaya edukasi benar-benar sampai ke masyarakat.

“Tadi saya sudah sampaikan bahwa sebuah gerakan itu harus dibarengi dengan evidence, atau bukti. Misalnya, setelah kader jumantik melakukan sosialisasi.”

“Masyarakat diminta tanda tangan sebagai bukti telah menerima informasi. Ini penting agar pemerintah punya data yang akurat, dan saya akan melakukan pengecekan secara acak,” tukas dia.

Di tempat terpisah, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, memimpin langsung kegiatan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan Perumahan Prasasti bersama petugas kesehatan dan para kader lingkungan.

Ia menekankan pentingnya kehadiran pemerintah secara nyata di tengah masyarakat.

“Hari ini kita menggelar gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk. Kami tidak ingin ini hanya menjadi kegiatan seremonial belaka. Hadirnya pemerintah di tengah masyarakat harus menjadi sumber motivasi bagi warga untuk terus menjaga kebersihan dan hidup sehat,” kata Bambang.

Ia pun meminta kepada para camat dan lurah untuk berperan aktif dalam mengawal langsung upaya ini di wilayah masing-masing.

Menurutnya, pengawasan yang dilakukan secara rutin, termasuk oleh Kader Posyandu dan Jumantik, sangat penting untuk mendeteksi dini potensi sarang nyamuk.

“Kami tekankan kepada para camat dan lurah agar terus hadir di tengah masyarakat. Mungkin ada kader posyandu yang setiap hari turun memantau rumah-rumah warga. Karena dari hasil kunjungan kita, masih banyak rumah yang genangan airnya tidak terpantau,” jelas Bambang.

Meski lingkungan terlihat bersih, ujar Bambang, bukan berarti aman dari ancaman DBD.

Oleh karena itu, kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama dari potensi genangan air, harus terus ditingkatkan.

“Walaupun kelihatannya bersih, tetap saja bisa menimbulkan penyakit jika tidak diawasi dengan benar. Itu sebabnya sinergi antara pemerintah, kader, dan masyarakat sangat dibutuhkan. Ini bukan hanya tugas dinas kesehatan, tapi tanggung jawab kita semua,” tandasnya. (ADV)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polemik Anggaran RSUD Ahmad Yani, Pemerhati Kebijakan Tolak Label “Fitnah” dan Desak Audit

3 April 2026 - 21:24 WIB

DPRD Punya Kewenangan, Eksekutif Punya Kewajiban Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Kepercayaan

18 March 2026 - 14:42 WIB

Musrenbang Metro 2027 Digelar, Ria Hartini Ingatkan Ancaman Infrastruktur dan Alih Fungsi Lahan

12 March 2026 - 16:13 WIB

Andai Kota Metro Bahagia

11 March 2026 - 05:57 WIB

Wasekbid PAO HMI Cabang Metro Dorong Pemerintah Daereah kota Subulussalam Klarifikasi Isu BBM di Tengah Antrean Panjang SPBU

6 March 2026 - 15:55 WIB

Trending on Daerah