JALANUTAMA.COM, METRO – Ketua Komisi II DPRD Kota Metro, Ancilla Hernani, meminta agar masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) di tengah musim peralihan cuaca yang diprediksi berlangsung pada Januari hingga Februari 2025. Sebab, Kasus DBD di Kota Metro saat ini telah masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Masyarakat jangan panik dengan situasi KLB DBD di Kota Metro. Tetap jaga kesehatan dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta melakukan tindakan pencegahan,” kata Ancilla, Selasa (14/1/2025).

Peringatan ini muncul setelah DPRD Kota Metro menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan dan sejumlah rumah sakit.
Pertemuan itu membahas langkah antisipasi terhadap lonjakan pasien akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti, yang dikenal sebagai vektor utama penyebaran virus dengue.
Dalam pertemuan yang digelar pada 9 Januari lalu, ditemukan lonjakan kasus DBD sebesar 600 persen. Namun, data menunjukkan sebagian besar pasien yang dirawat di rumah sakit di Kota Metro bukanlah warga lokal.
“Dari data yang dihimpun saat RDP, kenaikan pasien sebesar 600 persen itu ternyata didominasi oleh warga dari luar Kota Metro,” jelas Ancilla.
Meski demikian, ia tetap meminta warga Metro untuk mewaspadai virus dengue, yang ditandai dengan gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, ruam merah, dan kondisi mirip flu.

Ancilla juga menyoroti pentingnya deteksi dini agar penderita mendapatkan penanganan medis tepat waktu. “Kondisi ini bisa berakibat fatal jika terlambat ditangani. Segera periksakan kesehatan jika ada gejala mencurigakan,” imbau dia.
Untuk mencegah lonjakan pasien, DPRD Kota Metro memastikan kesiapan fasilitas kesehatan. Ancilla menegaskan bahwa Dinas Kesehatan bersama seluruh kader hingga tingkat posyandu telah menyusun skala prioritas untuk menangani potensi lonjakan kasus.
“Jika satu rumah sakit sudah penuh, pasien akan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan lain. Koordinasi antar rumah sakit ini sudah menjadi bagian dari program penanganan KLB DBD yang disepakati bersama,” paparnya.
Dinas Kesehatan juga berkomitmen melanjutkan program-program preventif, seperti fogging, edukasi masyarakat, dan penguatan layanan kesehatan masyarakat.
“Ini bagian dari ikhtiar kolektif untuk menghadapi siklus lima tahunan DBD yang memang sering terjadi,” tambah politisi PDI Perjuangan itu.
Ancilla mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara berkala. “Langkah seperti menguras, menutup, dan mengubur barang-barang bekas harus dilakukan secara rutin untuk mencegah nyamuk berkembang biak,” tegasnya.
Dengan langkah preventif yang terkoordinasi, diharapkan Kota Metro dapat mengendalikan ancaman KLB DBD, sekaligus memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga di tengah musim peralihan ini. (ADV)












