Menu

Dark Mode
Kematian Sakdiyah di Jabung, Polisi: Terjadi Usai Cucunya Dibawa Ketika Sampah Kota Metro Menjadi Sandera Strategi Jemput APBN Berbuah Hasil, Metro Kantongi 400 Unit Program Bedah Rumah Pemkot Metro Mulai Terapkan Controlled Landfill 1 Agustus Warga Bangun Jalan Swadaya, Kadis PUPR Dinilai Inkompetensi HMI Desak Evaluasi RSUD Ahmad Yani Metro, Klaim Kamar Penuh Berbeda dengan Kondisi di Lapangan

Daerah

Ribuan Hewan Kurban di Metro Diawasi, 59 Personel Diterjunkan ke 382 Titik Penyembelihan

badge-check


					Ribuan Hewan Kurban di Metro Diawasi, 59 Personel Diterjunkan ke 382 Titik Penyembelihan Perbesar

JALANUTAMA.COM, METRO — Pemerintah Kota Metro menerjunkan 59 personel untuk mengawasi pelaksanaan pemotongan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Pengawasan dilakukan di ratusan titik penyembelihan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan dagingnya aman dikonsumsi masyarakat.

Tim Pemeriksa Hewan Kurban dilepas langsung oleh Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso di Rumah Dinas Wali Kota Metro, Rabu (27/5/2026).

Tim tersebut melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (KP3), dokter hewan, tenaga medis veteriner, tenaga teknis peternakan, relawan masyarakat, hingga pelajar sekolah menengah kejuruan.

Bambang mengatakan pengawasan hewan kurban merupakan bagian penting dari upaya pemerintah menjaga kesehatan masyarakat sekaligus memastikan pelaksanaan ibadah kurban berjalan dengan baik.

“Pada hari ini kita melaksanakan rangkaian Idul Adha yang juga diikuti dengan pemotongan hewan kurban mulai tanggal 10 Zulhijah”.

“Pemerintah Kota Metro ingin memastikan seluruh proses berjalan baik dan hewan yang dipotong benar-benar sehat serta layak dikonsumsi masyarakat,” sambung Bambang.

Bambang mengatakan jumlah hewan kurban dan titik pemotongan pada tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan. Berdasarkan data sementara, terdapat 382 titik penyembelihan yang tersebar di Kota Metro.

Adapun jumlah hewan kurban diperkirakan mencapai lebih dari 2.000 ekor selama hari tasyrik.

Namun, pendataan masih berlangsung sehingga angka tersebut dapat berubah seiring masuknya laporan dari masyarakat.

Menurut Bambang, tingginya jumlah hewan kurban menunjukkan kuatnya semangat masyarakat untuk berbagi dan beribadah meski kondisi ekonomi masih menghadapi tantangan.

“Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, masyarakat tetap menunjukkan keyakinan dan semangat berkurban. Ini menjadi kebahagiaan dan rasa syukur bagi kita semua,” katanya.

Ia berharap distribusi daging kurban dapat dilakukan secara merata sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan kebahagiaan Hari Raya Idul Adha.

Untuk memastikan kondisi hewan kurban sebelum dan selama proses penyembelihan, Pemerintah Kota Metro menyiapkan 14 dokter hewan dari lima kecamatan sebagai koordinator pemeriksaan.

Mereka akan dibantu tenaga teknis dan relawan untuk menjangkau seluruh titik penyembelihan.

Bambang mengatakan tugas pemeriksaan tersebut bukan pekerjaan ringan karena ribuan hewan harus diperiksa dalam waktu singkat.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang dipotong sehat dan dagingnya layak dikonsumsi masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada seluruh tim yang bertugas. Ini pekerjaan besar untuk memastikan hewan kurban yang dipotong benar-benar sehat dan layak dikonsumsi warga masyarakat,” ucapnya.

Bambang juga mengapresiasi dukungan lintas sektor dalam pengawasan hewan kurban, termasuk Baznas Kota Metro, para relawan, dan pelajar yang turut membantu kegiatan di lapangan.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (KP3) Kota Metro, Pipi Puspita, mengatakan total personel yang terlibat dalam pengawasan hewan kurban tahun ini mencapai 59 orang.

Tim tersebut terdiri atas paramedik veteriner, tenaga teknis peternakan, relawan masyarakat, serta siswa SMK Negeri 4 dan SMK Negeri 2 Kota Metro.

Menurut Pipi, keterlibatan pelajar tidak hanya membantu pengawasan di lapangan, tetapi juga menjadi bagian dari pembelajaran langsung mengenai pemeriksaan hewan kurban.

“Total tim pengawas hewan kurban ada 59 orang. Selain tenaga teknis dan paramedik veteriner, tahun ini kita juga melibatkan adik-adik dari SMK untuk belajar langsung dalam pengawasan hewan kurban,” jelas Pipi.

Hingga saat ini, sebanyak 382 titik pemotongan hewan kurban telah terdata di Kota Metro.

Namun, jumlah tersebut masih dapat bertambah karena pendataan terus diperbarui berdasarkan laporan masyarakat.

Untuk sementara, jumlah hewan kurban yang telah terdata mencapai 794 ekor kambing. Sementara itu, pendataan sapi masih berlangsung.

Pipi mengimbau masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan hewan kurban maupun pengelola lokasi pemotongan yang belum terpantau agar segera menghubungi tim pengawas di masing-masing kecamatan.

“Setiap kecamatan sudah memiliki koordinator dokter hewan beserta nomor kontaknya. Jadi masyarakat bisa langsung menghubungi apabila membutuhkan pemeriksaan atau pendampingan,” pungkasnya.(ADV)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kematian Sakdiyah di Jabung, Polisi: Terjadi Usai Cucunya Dibawa

20 August 2026 - 10:58 WIB

Ketika Sampah Kota Metro Menjadi Sandera

18 August 2026 - 17:44 WIB

Strategi Jemput APBN Berbuah Hasil, Metro Kantongi 400 Unit Program Bedah Rumah

29 July 2026 - 17:37 WIB

Pemkot Metro Mulai Terapkan Controlled Landfill 1 Agustus

27 July 2026 - 22:09 WIB

Warga Bangun Jalan Swadaya, Kadis PUPR Dinilai Inkompetensi

22 July 2026 - 14:07 WIB

Trending on Daerah